Kurma telah tumbuh dan dibudidayakan mulai ribuan tahun lalu. Di Arab telah ditemukan berbagai bukti dari beberapa peneliti bahwa kurma telah dibudidayakan sejak sekitar 6000 tahun SM. Dalam agam islam pun buah kurma telah disebut dalam hadits-hadits Rasulullah. Hal ini membuktikan bahwa sejak zaman Rasulullah SAW atau mungkin sebelumnya kurma telah dibudidayakan atau dikonsumsi oleh masyarakat di zaman dahulu.
Dalam bahasa Arab kurma disebut Tamr, sedangkan dalam bahasa latin kurma disebut Phoenix dactylifera. Kurma yang berasal dari Mekkah dan Madinah adalah kurma yang paling terkenal hingga saat ini. Konon di sana terdapat puluhan jenis kurma.
Pada masyarakat Arab, kurma sering kali dijadikan sebagai salah satu makanan pokok. Sedangkan dikalangan kita biasa disuguhkan sebagai makanan pelengkap yang biasa hadir di bulan Ramadhan. Selain sebagai suguhan makanan pelengkap, kurma juga acap kali diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti dodol, aneka kue, hingga menjadikan kurma sebagai aneka minum, hal ini tentu untuk menimbulkan rasa yang khas pada makan atau minuman.
Manfaat buah kurma tidak hanya menjadi sumber kalium bagi tubuh, tetapi juga mengandung nutrisi penting lainnya, seperti magnesium dan mangan. Dengan berbagai kandungan nutrisi tersebut, buah kurma memiliki manfaat khusus jika dikonsumsi oleh ibu hamil.
Beberapa ahli melakukan penelitian seputar manfaat kurma pada ibu hamil. Hasil dari penelitian menyebutkan, ibu hamil yang rutin mengonsumsi kurma dalam jumlah tertentu, lebih jarang memerlukan induksi persalinan.
Kandungan Dalam Buah Kurma
Kurma digemari oleh banyak kalangan masyarakat bukan hanya dikarenakan rasanya yang manis saja. Tapi ada faktor lain yang menyebabkan kurma digemari. Yaitu karena faktor kandungan gizi yang terdapat dalam kurma. Kurma mengandung banyak sekali kandungan yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Berikut ini akan disebutkan kandungan atau nilai gizi yang terdapat dalam buah kurma dengan takaran 100 gram :
Air – 18.27
Energi – 251 kkal
Vitamin A – 9 IU
Protein – 2.81 g
Vitamin B1 – 0.046 mg
Karbohidrat – 66.78 g
Vitamin B2 – 0.059 mg
Serat – 7.1 g
Vitamin B3 – 1.134 mg
Gula – 56.38 g
Vitamin B5 – 0.525 mg
Total lemak – 0.35 g
Vitamin B6 – 0.147 mg
Lemak jenuh – 0.0028 g
Vitamin B9 – 17 mcg
MUFA – 0.0032 g
Vitamin B12 – 0 mcg
PUFA – 0.017 g
Vitamin C – 0.4 mg
Kolesterol – 0 mg
Vitamin E – 0.04 mg
Vitamin K – 2.4 mcg
Kalsium – 35 mg
Zat Besi – 0.91 mg
Beta karoten – 5 mcg
Magnesium – 38 mg
Fosfor – 55 mg
Likopen – 0 mcg
Kalium – 484 mg
Lutein dan zeaxantin – 67 mcg
Sodium – 2 mg
Seng – 0.26 mg
Dari sekian banyak kandungan gizi yang terdapat dalam buah kurma seperti yang telah disebutkan di atas. Maka tentu saja manfaat kurma berguna bagi tubuh manusia bahkan untuk ibu hamil. Apa sajakah manfaat kurma, berikut adalah contoh khasiat buah kurma secara umum :
Kurma memiliki kandungan Zinc, hal ini terdapat buah kurma yang dikonsumsi dapat menambah atau meningkatkan kebugaran pada laki-laki.
Kalium adalah salah satu yang terkandung dalam buah kurma. Kalium itu sendiri berfungsi membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah. Maka mengkonsumsi kurma dapat menurunkan resiko terhadap penyakit jantung koroner dan juga stroke.
Manfaat kurma untuk ibu hamil diperkaya dengan kandungan manfaat zat besi untuk ibu hamil serta vitamin B kompleks. Hal ini berfungsi dalam proses pembentukan sel darah merah sehingga mampu mencegah anemia.
Kurma juga dapat membantu kita dalam meningkatkan kesehatan mata, hal ini dikarenakan kurma diperkaya dengan Vitamin A.
Makanan sehat untuk ibu hamil yang mengandung tanin ini, akan membantu tubuh dalam menghadapi infeksi, karena tanin dalam kurma berguna sebgai anti infeksi. Selain sebagai anti infeksi, tanin juga berfungsi sebagai anti inflasi.
Kurma juga dapat membantu memperlancar buang air besar atau mengobati sembelit.
Kandungan energi yang cukup banyak di dalam buah kurma menjadikan buah ini sebagai makanan pelengkap yang cukup favorit di saat bulan puasa, baik untuk makanan saur maupun saat berbuka.
Kurma juga sangan bermanfaat untuk menangkal racun. Hal ini karena kurma memiliki kandungan vitokimia dan juga diperkaya dengan zat antioksidan.
Karena banyaknya serat di dalamnya yang ternyata sangat berguna dalam membantu selaput lendir usus. Hal ini juga terdapat pada kurma yang mampu mengikat bahan kimia yang ada, sehingga buah kurma dapat mencegah sembelit pada ibu hamil.
Beragam Manfaat Buah Kurma untuk Ibu Hamil
Mengonsumsi buah kurma dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat, salah satunya diduga dapat mendukung kehamilan yang sehat dengan membantu mengurangi mual, mengontrol gula darah, dan mencegah anemia. Sayangnya, belum banyak penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
Terdapat penelitian yang telah dilakukan untuk mempelajari manfaat buah kurma terkait proses persalinan. Penelitian ini dilakukan hanya pada 69 orang ibu hamil yang diberikan enam buah kurma setiap hari, selama empat minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran bayi.
Dari penelitian tersebut, didapatkan beberapa temuan yang baik untuk ibu hamil, di antaranya:
Ketuban tidak mudah pecah
Pada penelitian, kelompok ibu hamil yang rutin mengonsumsi buah kurma pada minggu-minggu terakhir sebelum persalinan, lebih jarang mengalami selaput ketuban pecah sebelum persalinan.
Angka persalinan normal lebih tinggi
Pada penelitian tersebut, 96 persen dari kelompok ibu hamil yang mengonsumsi kurma, menjalani persalinan normal. Sedangkan pada ibu hamil yang tidak mengonsumsi buah kurma secara teratur, hanya 79 persen yang menjalani kelahiran normal.
Kebutuhan oksitosin lebih rendah
Oksitosin adalah hormon yang berfungsi untuk merangsang kontraksi rahim untuk mempermudah proses persalinan. Pada persalinan yang lama, misalnya karena fase laten yang berlangsung panjang, suntikan oksitosin diperlukan untuk menginduksi kontraksi rahim.Pada penelitian yang disebutkan di atas, kelompok ibu hamil yang rutin mengonsumsi buah kurma di akhir masa kehamilan membutuhkan penggunaan oksitosin yang lebih rendah daripada kelompok yang tidak rutin mengonsumsi kurma.
Yang perlu diingat, penelitian-penelitian tersebut hanya dilakukan secara terbatas. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat buah kurma, dalam sampel uji yang lebih besar, untuk mendapatkan bukti yang kuat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar