Tampilkan postingan dengan label Stretch Mark. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stretch Mark. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2020

Gatal-Gatal Saat Hamil? Lakukan 6 Hal Ini untuk Meredakannya


Perut yang kian membesar seringkali mendatangkan berbagai macam keluhan selama kehamilan. Termasuk diantaranya adalah perut gatal saat hamil.

Dilansir dari Baby Center, 20% ibu hamil mengalami hal ini. Meski tak semua ibu mengalaminya, kondisi ini tetap menjadi hal yang menakutkan bagi para Mama yang akan atau sedang hamil.


Apa saja penyebab perut gatal saat hamil?


Perut gatal saat hamil bisa terjadi karena berbagai sebab. Hormon, adalah salah satu faktornya.

Saat hamil, hormon estrogen meningkat dan seringkali menyebabkan kulit menjadi kering. Bahkan, pada beberapa orang kulit juga menjadi lebih sensitif. Akibatnya, timbul rasa gatal pada beberapa bagian tubuh seperti perut, kaki, betis, telapak tangan hingga payudara.

Selain itu, ukuran perut yang kian membesar juga bisa menjadi penyebab perut gatal saat hamil. Kulit akan dipaksa menjadi elastis mengikuti lingkar perut dan mengakibatkan peregangan. Akibatnya, rasa gatal dan munculnya stretch mark pun tidak bisa dihindari.

6 cara mengatasi gatal-gatal saat hamil


Tenang saja, momiqu sudah menyiapkan 5 cara paling efektif untuk mengatasi masalah ini. Mama siap melakukannya? Simak langkah-langkahnya berikut ini, ya!

1. Kompres dengan air dingin
Mengatasi kulit gatal dengan air panas atau air hangat adalah hal yang salah. Suhu panas justru dapat membuat kondisi kulit semakin kering, dan mengakibatkan rasa gatal akan semakin menjadi-jadi.

Begitu juga saat mandi, Mama lebih disarankan untuk mandi dengan air suhu biasa dibandingkan dengan air bersuhu hangat.

2. Kurangi penggunaan SLS
SLS adalah zat kimia penghasil busa pada produk sabun. Jika Mama ingin lebih selektif menangani masalah gatal pada perut Mama, hindari penggunaan SLS untuk membersihkan perut. Simak bahaya SLS lebih lanjut di sini.

Mama bisa menggunakan sabun dengan bahan natural dan SLS-free. Jika Mama sulit menemukannya di pasaran, solusinya pilihlah yang kadar SLS-nya hanya sedikit. Semakin sedikit SLS, semakin sedikit pula potensi busa yang dihasilkan.

Pilih sabun dengan tekstur yang lembut, mudah dibilas, dan memiliki fungsi melembapkan ya, Ma.

3. Keringkan perut dengan handuk yang lembut
Proses pengeringan perut setelah dibilas atau dicuci juga penting nih, Ma. Gunakan handuk dengan tekstur yang lembut dan tebal, agar tidak menimbulkan gesekan serta panas pada permukaan kulit perut.

4. Jangan digaruk
Usahakan, jangan menggaruk bagian perut yang gatal. Hal ini bisa berpotensi menyebabkan luka pada perut, mulai dari peradangan kulit hingga iritasi.

5. Pilih baju yang longgar dan nyaman
Hindari penggunaan baju yang ketat agar kulit perut Mama lebih leluasa bernafas. Pilihlah bahan-bahan yang lembut dan mudah menyerap keringat, sehingga saat bergesekan dengan kulit tidak menimbulkan gatal dan iritasi berkepanjangan. Intinya, kenyamanan harus tetap menjadi yang utama ya, Ma.

6. Gunakan stretch mark cream secara rutin
Mama disarankan menggunakan krim penghilang stretch mark sejak awal kehamilan. Perut gatal saat hamil juga bisa menjadi salah satu gejala munculnya stretch mark, lho, Ma. Semakin dini penggunaan, semakin efektif juga langkah pencegahan yang Mama lakukan.

Pilih stretch mark cream yang sekaligus berfungsi sebagai pelembab, seperti momiqu Stretch Mark Cream. Gunakan 2-3 kali sehari yaitu pada saat setelah mandi dan sebelum tidur.

Apakah rasa gatal di perut wajar terjadi?


Rasa gatal yang berlebihan pada dasarnya wajar terjadi, terutama pada trimester ketiga kehamilan. Namun, Mama juga perlu segera memeriksakannya ke dokter jika:


  • Kondisi kulit semakin buruk meskipun tidak digaruk, seperti bernanah, ruam, mengelupas, dan lain sebagainya.
  • Gatal menyebar ke area tubuh yang lain.

Tentu, dokter akan memeriksa hal apa yang sebenarnya terjadi di balik rasa gatal yang Mama alami. Jika terdeteksi adanya alergi atau penyakit kulit yang kemungkinan bisa terjadi, Mama tentu bisa mencegahnya lebih awal.

Apakah gatal saat hamil bisa membahayakan janin?

Jawabannya, tidak berbahaya. Gatal pada permukaan kulit tidak berpengaruh langsung terhadap kesehatan janin di dalam kandungan.

Namun, kenyamanan Mama selama kehamilan tentu akan berkurang. Rasa gatal yang terus mengganggu bahkan bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, dikhawatirkan dapat berpengaruh buruk pada kesehatan fisik Mama.

Selasa, 28 Mei 2019

Tips Menghilangkan Stretch Mark Secara Alami

Salah satu permasalahan kulit yang kerap dialami oleh wanita yang naik berat badannya secara drastis atau setelah melahirkan adalah munculnya guratan stretch mark. Kemunculannya ini bisa bikin frustasi hingga kurang percaya diri. Tak perlu risau, simak tips menghilangkan stretch mark secara alami di sini.



Menurut dr. Anita Amalia Sari, stretch mark terbentuk akibat peregangan kulit yang berlebihan. Awalnya, gangguan kulit ini berwarna kemerahan atau keunguan, kemudian akan menjadi tampak licin dan berubah menjadi keabu-abuan atau putih.

Stretch mark memang tidak berbahaya, tetapi kemunculannya bisa mengganggu penampilan. Tak ayal banyak wanita yang rela melakukan berbagai perawatan, baik ke klinik kecantikan maupun secara alami.

Bagi Anda yang lebih suka menghilangkan stretch mark secara alami, ikuti tips ini.

1. Pemijatan dengan minyak kelapa
Anda bisa menggunakan minyak kelapa untuk memijat stretch mark sehabis mandi. Minyak kelapa diserap dengan cepat oleh kulit dan dapat mengeliminasi sel kulit mati. Dikatakan oleh dr. Adeline Jaclyn, bahan alami ini mengandung vitamin E dan asam lemak yang baik untuk kesehatan kulit.

2. Pemijatan dengan minyak zaitun
Sama seperti minyak kelapa, minyak zaitun juga mengandung vitamin E. Minyak ini juga mengandung antioksidan dan komponen lain yang dapat membantu proses penghilangan stretch mark.

Peregangan kulit stretch mark terkadang dapat menimbulkan sensasi gatal. Nah, ketika Anda mengoleskan minyak zaitun ke kulit, rasa gatal itu akan berkurang. Setelah melakukan pijatan, biarkan selama beberapa saat hingga minyak terserap sempurna ke dalam kulit.

3. Pemijatan dengan lidah buaya
Lidah buaya memiliki bagian dalam yang bersifat menenangkan dan menyembuhkan. “Ini karena bagian tersebut mengandung enzim, mineral, vitamin, serta asam lemak yang baik untuk kesehatan,” ujar dr. Adeline.

Anda bisa memotong lidah buaya, lalu pisahkan bagian dalam yang berbentuk seperti gel. Setelahnya, oleskan gel tersebut ke area stretch mark dan lakukan pijatan secara perlahan. Diamkan selama beberapa saat agar gel lidah buaya yang tadi dioleskan terserap sempurna.

4. Kontrol berat badan dengan menjaga pola makan dan olahraga
Semakin tidak stabil berat badan Anda (cepat gemuk tapi cepat kurus dan begitu seterusnya), semakin besar kemungkinan stretch mark terbentuk. Itulah kenapa Anda disarankan untuk mengontrol berat badan dengan cara menjaga pola makan dan olahraga secara teratur.

5. Jangan biarkan kulit Anda kering
Stretch mark biasanya akan sulit timbul di kulit yang kelembapannya terjaga. Jadi, agar kulit terhidrasi dengan baik, perbanyak minum air putih dan jangan pernah lupa mengoleskan pelembap.

6. Jangan kebanyakan konsumsi kafein
Dokter Anita menyarankan Anda untuk mengurangi, bahkan kalau bisa menghindari kafein karena dapat meningkatkan risiko terciptanya stretch mark. Coba ganti kebiasaan mengonsumsi kafein, dan beralihlah ke makanan yang kaya kandungan zink, seperti ikan dan kacang-kacangan, serta makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E.

Perlu diketahui bahwa stretch mark sebetulnya tak bisa dihilangkan secara instan, apalagi hanya mengandalkan bahan alami. Namun, warnanya bisa disamarkan. Seiring berjalannya waktu, tips yang disebutkan di atas tadi akan membuat kulit yang mengalami stretch mark menjadi lebih halus dan lentur. Selain itu, secara bertahap guratan akan berubah menjadi garis yang makin halus mendekati warna kulit. Lamanya bisa bervariasi pada tiap wanita, karena terdapat faktor genetik yang berperan.

Itulah beberapa tips menghilangkan stretch mark secara alami yang bisa Anda jadikan referensi. Namun satu hal yang lebih penting, Anda juga harus berusaha mencintai tubuh sendiri apa adanya, dengan atau tanpa stretch mark.
Back to Top