Tampilkan postingan dengan label Seks Saat Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seks Saat Hamil. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2019

Amankah Berhubungan Seks Saat Hamil?

Banyak orang was-was jika berhubungan seks saat hamil. Banyak alasannya, mulai dari takut keguguran, kontraksi, dan sebagainya. Baca fakta soal seks saat hamil di sini.

Amankah Berhubungan Seks Saat Hamil


Kehamilan merupakan hal yang diidamkan oleh banyak pasangan. Selama periode ini berlangsung, pasangan suami-istri tentunya lebih ketat dalam menjaga diri agar kehamilan tetap sehat. Mengurangi aktivitas, meningkatkan asupan makanan yang bergizi, hingga menghindari untuk berhubungan seks.

Berhubungan seks saat hamil tidak selalu berbahaya untuk dilakukan. Memang, ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan saat hendak berhubungan seks saat hamil. Namun pada dasarnya, selama kehamilan berjalan normal dan tidak ada keluhan, maka Anda dapat berhubungan seks sesering yang diinginkan.

Beberapa pasangan mengkhawatirkan bahwa berhubungan seks dapat membuat keguguran. Faktanya, penyebab utama dari keguguran adalah janin yang tidak dapat berkembang secara normal, bukan karena berhubungan seks. Pasangan lain menganggap bahwa aktivitas seksual dapat membahayakan bayi. Untuk menjawab hal tersebut, Anda perlu mengetahui bahwa janin yang ada di dalam kandungan memiliki dinding pelindung dari otot rahim dan cairan ketuban. Hal ini membuat bayi tetap aman selama aktivitas seksual yang Anda lakukan.

Jika masih bimbang, Anda bisa menentukan posisi berhubungan seks yang benar-benar aman dan nyaman. Posisi wanita yang berada di atas (woman on top) banyak dianjurkan oleh dokter kandungan. Dalam posisi tersebut, janin tidak menekan pembuluh darah ibu seperti pada posisi berbaring (missionary).                           

Bagaimana dengan oral seks dan anal seks sebagai alternatif? Oral seks boleh saja dilakukan saat hamil, asalkan Anda dapat memastikan pasangan tidak meniup udara pada vagina. Hal ini dapat berbahaya bagi janin karena bisa menimbulkan emboli atau gelembung udara yang menghambat aliran pembuluh darah. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini bisa berbahaya bagi Anda maupun janin. Anal seks tidak dianjurkan saat hamil, karena apabila dilanjutkan dengan penetrasi ke vagina dapat mencetuskan infeksi saluran kemih.

Selama kehamilan berjalan normal, Anda tidak perlu khawatir untuk melakukan hubungan seks. Yang penting, lakukanlah cek kehamilan dan berkonsultasi kepada dokter secara rutin.

Berhubungan Seks usai Melahirkan, Adakah Bahayanya?

Berhubungan Seks usai Melahirkan


Bagi wanita yang melahirkan secara normal, dibutuhkan proses pemulihan terhadap area vagina karena adanya bekas jahitan. Hal ini terkadang memakan waktu yang cukup lama agar vagina benar-benar kering.

Namun, apa yang terjadi jika suami mengajak Anda untuk berhubungan seksual?

Seperti dikutip dari liputan6.com, memaksa istri untuk berhubungan seksual beberapa hari setelah melahirkan dianggap sebagai salah satu bentuk kekerasan seksual.

Menurut Dr Gary Swift, Ketua National Association of Specialist Obstetricians and Gynecologists, tubuh wanita memerlukan waktu setidaknya 6 minggu untuk memulihkan diri setelah melahirkan. Bahkan, beberapa wanita membutuhkan waktu lebih dari 6 minggu.

“Bahkan seks yang dilakukan tepat enam minggu itu bisa terasa menyakitkan dan tidak nyaman bagi wanita. Ini menimbulkan risiko luka jahitan yang memengaruhi penyembuhan dan fungsi seksual jangka panjang,” jelasnya.

Sebuah jurnal medis juga mengungkapkan hal yang sama. Jaringan di sekitar vagina pasca melahirkan akan mengalami ketegangan, memar dan robek, sehingga dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk menyembuhkan luka ini.

Proses persalinan juga mengakibatkan banyak perubahan hormon dan tekanan emosional.

Untuk menjaga hubungan cinta tetap hidup, komunikasi dan sikap saling pengertian mengenai kebutuhan setiap pasangan menjadi sangat penting.

Biarkan suami Anda tahu bahwa ketika baru melahirkan, suami tidak boleh meminta berhubungan seksual terlalu sering. Coba juga jelaskan bahwa fokus yang paling penting untuk sekarang adalah merawat bayi.

Jika Anda ragu apakah akan melanjutkan hubungan seksual atau tidak, tanyakan pada dokter untuk mendapatkan saran yang terbaik.

Bunda Harus Tahu Manfaat Berhubungan Intim Saat Hamil

Manfaat Berhubungan Intim Saat mengandung

Ingin berhubungan intim dengan pasangan saat mengandung? Boleh saja, bahkan dianjurkan. Ketahui manfaatnya di sini.

Berhubungan intim atau berhubungan seksual merupakan kebutuhan biologis dari kelangsungan pasangan suami istri. Bisa dikatakan, berhubungan intim adalah suatu rutinitas yang dapat mempengaruhi dinamika kehidupan rumah tangga setiap pasangan. Bahkan, ketika istri tengah mengandung, berhubungan seks tetap dapat dilakukan.

Bagi Anda yang belum pernah melakukan hubungan intim saat mengandung atau mungkin merasa khawatir dan bertanya-tanya apakah seks dapat membahayakan kondisi kehamilan, pada prinsipnya aktivitas ini aman dilakukan selama Anda tidak memiliki masalah selama kehamilan.

Bayi di dalam kandungan dilindungi oleh cairan amnion yang terdapat di dalam rahim, sehingga aktivitas seksual tidak akan memengaruhi perkembangan bayi. Berhubungan intim pada masa kehamilan justru bisa memberikan serangkaian manfaat.

Berikut ini adalah beberapa Manfaat Berhubungan Intim Saat Hamil.

1. Meningkatkan kualitas orgasme

Saat Anda berhubungan intim, maka aliran darah yang menuju ke organ-organ reproduksi Anda akan meningkat, sehingga tentu saja dapat meningkatkan fungsi-fungsinya. Selain itu, berhubungan intim juga dapat meningkatkan kualitas orgasme pasangan suami istri. Orgasme dapat membuat tubuh melepaskan hormon endorfin yang dapat membuat suasana hati ibu dan janin yang dikandung bahagia dan relaks.

2. Meningkatkan kebugaran

Berhubungan intim terbukti dapat meningkatkan proses metabolisme. Ketika metabolisme tubuh meningkat, maka akan lebih banyak kalori yang dibakar. Setiap menit ada 5 kalori yang dibakar saat berhubungan intim. Hal ini dapat membantu menjaga kebugaran wanita mengandung yang bobot tubuhnya semakin bertambah dan merasa lebih sulit untuk berolahraga.

3. Memperkuat ikatan hubungan pasangan

Sudah jelas bahwa berhubungan intim dapat memperkuat ikatan hubungan pasangan. Selain mendapatkan kepuasan biologis, selama berhubungan intim setiap pasangan akan melibatkan emosi masing-masing. Bahkan, ada sebuah  penelitian yang menyatakan bahwa berhubungan intim juga dapat menurunkan stres bagi pasangan suami istri. Keadaan ini tentu sebaiknya diciptakan setiap pasangan yang sedang menantikan kelahiran calon buah hati.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sebuah penelitian di Universitas Wilker, Amerika Serikat, mendapat temuan bahwa seseorang yang melakukan hubungan intim 1-2 kali setiap minggu akan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dibandingkan orang-orang yang tidak melakukannya. Penelitan lain juga membuktikan bahwa berhubungan intim dapat meningkatkan kadar immunoglobulin A yang berperan penting dalam lapisan pertama pertahanan tubuh. Oleh karena itu, berhubungan intim tentu dapat membantu dalam melindungi kesehatan Anda selama kemengandungan.

5. Membantu tidur lebih nyenyak

Kesulitan tidur merupakan hal yang sering dikeluhkan selama kemengandungan. Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, yang di antaranya adalah perubahan fisik dan psikis selama kemengandungan, rasa tidak nyaman karena perut yang terus membesar, rasa mual, peningkatan frekuensi buang air kecil, hingga kram pada kaki.

Orgasme yang terjadi saat berhubungan intim dapat membuat tubuh mengeluarkan hormon prolaktin, yaitu hormon yang dapat membuat seseorang menjadi lebih tenang dan relaks. Pada akhirnya, hal tersebut dapat membantu kualitas tidur wanita mengandung menjadi lebih nyenyak.

Nah, bagi Anda yang belum pernah atau merasa khawatir bahwa berhubungan intim saat mengandung dapat membahayakan kehamilan, kini Anda tak perlu lagi cemas. Bahkan, seks saat mengandung dapat mendatangkan banyak manfaat tak hanya bagi Anda, tapi juga bagi suami. Meski demikian, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter spesial kandungan untuk mengetahui kondisi kehamilan Anda terlebih dahulu. Jika perlu, konsultasikan mengenai posisi seks yang tepat, aman, dan nyaman bagi kehamilan Anda.
Back to Top