Jumat, 01 Februari 2019

Moms Harus Tahu, Ini loh Penyebab Nyeri Persalinan

Cara Cepat Hamil - Moms... udah masuk trisemester terakhir...siapkan mental dan kesehatannya ya moms...jangan mudah stress. Persalinan memang disertai rasa nyeri akibat adanya aktivitas besar di  dalam tubuh untuk mengeluarkan bayi. Kenali lebih jauh tentang penyebab  nyeri persalinan.
Peregangan dan pelebaran mulut rahim. Persalinan  diartikan sebagai peregangan dan pelebaran mulut rahim, yang terjadi  ketika otot-otot rahim berkontraksi mendorong bayi keluar. Otot-otot  rahim menegang selama kontraksi.



Bersamaan dengan setiap kontraksi,  kandung kemih, rectum, tulang belakang dan tulang pubik menerima tekanan  kuat dari rahim. Berat kepala bayi ketika bergerak turun ke saluran rahim juga menyebabkan tekanan. Semua itu terasa menyakitkan bagi ibu.

Secara medis, sakit kontraksi dikategorikan bersifat tumpul atau visceral dull and aching:
Umumnya, rasa sakit dimulai dari bagian bawah punggung, kemudian menyebar ke bagian bawah perut, mungkin juga kaki.
Rasa  sakit dimulai seperti sedikit tertusuk, mencapai puncak, kemudian  hilang. Sebagian ibu merasakannya sebagai kram haid yang parah atau  seperti gangguan saluran pencernaan atau diare.

Secara medis, sakit kontraksi dikategorikan bersifat tajam dan panas atau somatic-sharp and burning. Rasa sakit terjadi saat kepala bayi muncul di vagina. Jaringan antara vagina dengan anus (perineum)  terentang kencang akibat kepala bayi mendorongnya terbuka. Ibu  merasakan sakit akibat perobekan jaringan.  Sebagian ibu merasa bagian  bawahnya akan “meledak,” ada juga yang merasa seperti akan BAB setelah  sembelit satu bulan.

Penyebab nyeri makin parah:

Faktor fisik, misalnya persalinan dengan induksi, episiotomi, penggunaan alat bantu forsep atau vakum untuk mengeluarkan bayi, pemutaran bayi akibat posisi sungsang, serta ibu lapar, haus atau lelah.

Faktor psikologis, misalnya ibu melahirkan sendiri tanpa pendamping persalinan,  ibu takut pada hal-hal yan belum diketahuinya tentang melahirkan. Ibu  terus berpikir tentang sakit, stres, cemas, tegang, mengasihani diri  sendiri, tidak siap melahirkan, atau kehamilan tidak diinginkan.

Faktor tenaga medis,  seperti tidak bersahabat, terlambat datang, tidak memahami prosedur  persalinan atau cara menggunakan alat, sehingga terlalu sering melakukan  pemeriksaan dalam dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top